August 27, 2021

RENUNGAN HARIAN JUMAT 3 SEPTEMBER 2020

Kalender Liturgi Jumat  3 Sep 2021

PW S. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
Warna Liturgi: Putih

Bacaan I  Kol 1:15-20
Saudara-saudara, Allah yang tidak kelihatan.  Kristuslah gambar-Nya.
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.  Sebab dalam Kristuslah telah diciptakan segala sesuatu,  yang di surga maupun di bumi,  baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan,  baik singgasana maupun kerajaan,  baik pemerintah maupun penguasa. Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia. Dia ada mendahului segala sesuatu  dan segala sesuatu ada dalam Dia.  Kristuslah kepala tubuh, yaitu jemaat.  Dialah yang sulung,  yang pertama bangkit dari antara orang mati,  sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu.  Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam dalam Kristus, dan dengan perantaraan Kristus  Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.  Baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga,  segalanya didamaikan oleh darah Kristus yang tersalib.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan  Mzm 100:2-5
Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sorak sorai.
*Beribadatlah kepada Tuhan dengan sukacita,  datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
*Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;  Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita,  kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
*Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur,
masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pujian,  bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
*Sebab Tuhan itu baik,  kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil  Yoh 8:12
Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya

Bacaan Injil  Luk 5:33-39
Sekali peristiwa  orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat berkata kepada Yesus,  "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang.  Demikian pula murid-murid orang Farisi.  Tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."  Yesus menjawab, "Dapatkah sahabat mempelai disuruh berpuasa,  selagi mempelai itu bersama mereka?  Tetapi akan datang waktunya mempelai diambil dari mereka; pada waktu itulah mereka akan berpuasa."  Yesus mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka,  "Tiada seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru  untuk menambalkannya pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru itu pun akan koyak.  Apalagi kain penambal yang dikoyakkan dari baju baru  tidak akan cocok pada baju yang tua. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua.  Sebab jika demikian,  anggur baru itu akan mengoyakkan kantong tua itu,  lalu anggur akan terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.  Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru,  sebab ia akan berkata, 'Anggur yang tua itu baik'."
Demikianlah Injil Tuhan. 

Renungan  

Bulan Kitab Suci kembali menjadi agenda kita secara nasional pada bulan September ini. Apa kebaruan yang sudah ada dalam hidup kita, juga dalam Gereja kita setelah sekian waktu kita memanfaatkan Bulan September sebagai Bulan Kitab Suci?  Anggur baru harus diisikan pada kantung kulit yang baru, juga kain penambal harus disesuaikan. Apa maknanya? Gereja diperbaharui secara menyeluruh melalui Konsili Vatikan II . Pelbagai dokumen Gereja dan anjuran untuk sikap hidup kekatolikan  dituangkan melalui dokumen Gereja yang resmi. Khotbah mingguan oleh para pastor apakah sungguh  menawarkan kebaruan dalam Gereja  hingga mengobarkan hati, atau cuma berhenti pada tuntunan moral yang memenuhi budi?  Kita tilik salah satu kebiasaan umat didalam Gereja kita, Ada pelbagai model buku renunganharian yang menawarkan percikan hidup untuk memaknai hidup harian. Ada yang secara  lengkap memuat teks bacaan, namun tidak sedikit yang  hanya memuat renungannya.  Berapa persen umat yang memanfaatkan aneka buku renungan harian dan sungguh membaca firman Tuhan sebagai bekal hidup harian? Masih perlu dibuat berbagai cara dan terobosan untuk membiasakan umat dan keluarga membaca Kitab Suci  dan mempunyai saat teduh di dalam keluarga. 

Butir permenungan

Sebetulnya juga cukup banyak stasiun radio yang menawarkan renungan harian dengan berbagi judul program .  Seberapa banyak keluarga yang bisa bangun pagi dan sungguh mengawali hari dengan sarapan firman melalui  siaran rohani radio?  Atau lebih memilih acara yang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan pendalaman iman kepercayaan , misal sekedar kirim kirim lagu  dan kabar. Atau malah menjadi kebiasaan dalam keluarga sudah langsung asyik nonton televisi disaat pagi setelah bangun pagi, apalagi saat liburan. Pertanyaan dasarnya , kapan didalam keluarga, kita  mempunyai waktu dan meluangkan  kesempatan untuk membina hidup rohani dan sungguh ada waktu untuk mengasah kerohanian kita, misalnya dengan membaca Kitab Suci atau waktu khusus untuk doa harian.

Butir permenungan

Hari ini: Ketika menulis surat kepada Jemaat di Kolose, Paulus berhadapan dengan suatu aliran yang biasa disebut gnostik, yang secara harafiah berarti kaum berilmu. Jalan pemikiran aliran ini amat rumit, misalnya keselamatan bagi mereka adalah pengetahuan intelektual. Karenanya, keselamatan hanya diperuntukkan bagi yang berilmu. Sementara menurut iman Kristiani, keselamatan adalah penebusan dan pengampunan dosa bagi semua orang. Bahwa keselamatan adalah "bagi setiap orang" inilah yang dengan sangat tegas dinyatakan oleh Paulus dalam Kol 1:28: "Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati, dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus." Pandangan kaum berilmu seperti itu dengan sendirinya menyangkut pokok iman Kristiani, yaitu tempat dan peran Kristus dalam keselamatan. Berikut ini beberapa contoh gagasan pokok, dengan mengesampingkan rumitnya pemikiran.

Pertama, Rasul Paulus menegaskan bahwa Yesus adalah "gambar Allah yang tidak kelihatan" (ay. 15). Selanjutnya ia mengatakan, "Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia" (ay. 19). Gagasan yang sama oleh Yohanes disampaikan dengan cara yang lain. Ketika menjawab orang-orang Yahudi yang menanyakan apakah Diri-Nya Mesias, Yesus menjawab, "Aku dan Bapa adalah satu" (10:30). Ketika Filipus minta agar Dia menunjukkan Bapa kepada para murid, Yesus berkata antara lain "....Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa .... bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku ..." (14:9-10).

Kedua, Yesus diberi gelar sulung. Sulung adalah gelar kehormatan yang berarti yang paling dicintai (Bdk. Kel 4:22). Lebih daripada itu sulung juga merupakan gelar Mesias (Bdk. Mzm 89:28).

Ketiga, Yesus juga disebut kepala tubuh (ay. 18), yaitu jemaat [Gereja]. Maksudnya melalui jemaatlah Yesus berkarya dan tanpa Yesus jemaat tidak berarti apa-apa. Selanjutnya, mengenai peranan Kristus bagi seluruh jagat raya dinyatakan, ".... oleh Dialah (=Kristus), Ia (=Allah) memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga ...." (ay. 19-20).

Dengan demikian alam semesta dikembalikan ke hakikatnya yang semula, sebagaimana ditegaskan dalam kisah penciptaan, bahwa "semua itu baik" (Kej 1:4.10.12.18.21.25.31). Akhirnya tujuan semua itu adalah "...untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan bercacat di hadapan-Nya (ay. 22). Jelaslah Paulus membela kebenaran ajaran Kristiani melawan aliran yang menentangnya. Pembelaan ini bukan sekadar demi kebenaran konsep-konsep, melainkan agar para beriman yakin bahwa mereka dipanggil untuk hidup kudus, tak bercela, dan tak bercacat di hadapan Tuhan.

Doa

Allah Bapa, sumber  pembaruan, kami bersyukur atas sukacita yang Kau sediakan bagi kami dalam diri Yesus , saudara se-Bapa kami. Semoga sabda-Nya membuat kami tetap muda dan penuh semangat. Amin

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan. Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.

 

0 komentar:

Post a Comment