Jamuan terakhir Jesus bersama murid - muridNya

Jesus meredakan badai

Jesus bersama Joseph dan Maria

Jesus mencintai anda semua

Jesus naik ke Surga

Showing posts with label Bunda Maria. Show all posts
Showing posts with label Bunda Maria. Show all posts

November 30, 2018

NOVENA BUNDA MARIA TANPA NODA


Novena Bunda Maria Dikandung Tanpa Dosa
Gambar terkait
Santo Josemaria selalu ingin terus menghidupi devosi pada Bunda Maria ini lewat doa Novena dalam rangka menyambut Peringatan Bunda Maria dikandung tanpa Noda Dosa yang jatuh pada tanggal 8 Desember.
Berikut ini beberapa tulisan yang bermanfaat untuk menghidupi Novena ini.
Dogma Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa
Paus Pius IX menetapkan perayaan ini pada waktu beliau memaklumkan dogma ini pada tanggal 8 Desember 1854. Dalam definisinya, Beliau menyatakan arti yang tepat dari kebenaran “Maria dikandung tanpa noda dosa" dan menguatkan iman Gereja yang berkesinambungan: bahwa Maria dikandung bebas dari noda dosa asal. Pesta ini telah dirayakan oleh Gereja Timur sejak abad ke delapan dan satu abad kemudian juga dirayakan di banyak tempat bagian Barat. Hak istimewa Maria ini adalah buah yang terindah dari Karya Penebusan Putranya. Dipilih sebagai Bunda Penyelamat, Maria menerima keuntungan-keuntungan dari penyelamatan sejak saat pertama dia dikandung. Kristus datang untuk menghapus dosa umat manusia; Dia tidak mengijinkan dosa menodai Maria. Kekudusan Bunda Suci kita adalah teladan bagi semua umat Kristiani. Kita mohon perantaraannya untuk melepaskan diri dari dosa-dosa kita dan mencapai kekudusan.
·       Memahami Bunda Maria, merenungkan kehidupan sucinya
·       Rajin berdoa Rosario, mohon Bunda mendoakan kita
·       Melakukan kebaikan dan mempersembahkannya pada Bunda untuk penebusan dunia

Hari Pertama : Maria adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna
Dia adalah wadah rahmat Ilahi, penuh rahmat, melebihi para Kudus, tetapi menjalani kehidupan yang biasa. Bunda Maria adalah makhluk ciptaan, tidak ada bedanya dengan diri kita, suka dukanya, beban gundah gulana. Sebelum malaikat Gabriel mewartakan rencana Allah, Bunda Maria tidak mengetahui bahwa dia telah terpilih sebagai Bunda Penebus sejak dari kekekalan. Pandangan pada dirinya adalah seorang makhluk ciptaan yang papa, oleh sebab itu dia dapat dengan rendah hati berkata : “Yang Maha Kuasa telah melakukan perbuatan² besar kepadaku"
Rosario : Peristiwa Sedih
Persembahkan : Di jalan, di gereja, di rumah pada waktu melihat gambar Bunda Maria layangkan pandangan penuh cinta dan daraskan pujian penuh cinta

Hari Kedua : Maria mengidungkan cinta Allah
Tuhan memperhatikan semua ciptaan-Nya, sampai pada ciptaan-Nya yang terkecil sekali pun, apa yang kamu dan aku miliki, Dia telah memanggil kita dengan nama kita masing². Iman kita meneguhkan kenyataan ini, sehingga kita dapat meneliti hal² di sekitar kita dengan cara pandang yang baru, sehingga apa yang kelihatannya biasa saja menjadi tidak sama lagi, karena semuanya ini telah menjadi ungkapan cinta Allah. Dengan demikian, hidup kita menjadi suatu doa yang tak henti²nya, dan dengan semacam rasa humor serta damai yang tidak berkesudahan, apapun yang dikerjakan berubah menjadi rasa syukur. Jiwaku memuliakan Tuhan, Maria berkidung: Hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia.
Rosario : Peristiwa Gembira
Persembahkan: Kurban² kecil yang tidak diperhatikan oleh orang lain, terutama hal² yang biasanya saya sendiri paling tidak suka mengerjakannya.

Hari Ketiga: Maria bersama Yusuf dan Yesus melarikan diri ke Mesir
Maria membantu kita melihat bahwa untuk mendekati Tuhan kita harus menjadi seperti anak kecil. Seperti apa yang dikatakan oleh Kristus kepada murid²-Nya : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerjaan Surga."
Untuk menjadi seperti anak kecil kita harus mencampakkan keangkuhan dan kemandirian diri kita sendiri. Kita harus dapat memahami bahwa sendirian kita tidak dapat melakukan apa². Kita harus menyadari bahwa kita memerlukan rahmat dan bantuan Allah Bapa kita untuk menemukan jalan kita dan menelusurinya. Dengan menjadi kecil, engkau harus memasrahkan diri seperti anak², percaya seperti anak² percaya, meminta seperti anak² meminta.
Rosario : Peristiwa Mulia
Persembahkan: Kunjungan pada orang yang kesepian dan membagi dengannya kebahagiaan mengandalkan Tuhan dengan sepenuhnya.

Hari Keempat: Doa Maria
“Marilah kita mohon pada Perawan Suci agar menjadikan kita komtemplatif, mengajak kita untuk mengenali panggilan Allah yang terus menerus di pintu hati kita. Sekarang marilah kita mohon padanya: Bunda, engkau membawa Yesus yang mewahyukan cinta Allah Bapa ke dunia ini. Bantulah kami untuk mengenali-Nya di dalam hingar-bingar kehidupan harian kami. Alihkan pikiran dan kehendak kami agar kita dapat mendengar suara Tuhan dan panggilan rahmat"
Rosario : Peristiwa Gembira
Persembahkan : Komuni

Hari Kelima: Maria adalah jalan satu²nya menuju Yesus
“Maria selalu memberikan bantuan yang tak ternilai dengan membawa mereka yang mendekat padanya dan merenungkan kehidupannya, ke salib dan membuat mereka berhadapan muka dengan teladan Putra Allah. Di dalam pergelutan inilah kehidupan Kristiani ditentukan. Dan di sini Maria menjadi perantara kita agar kelakuan kita dapat ditujukan pada rekonsiliasi dari sang adik – engkau dan saya – dengan Putra sulung Bapa"
“Banyak pertobatan, banyak keputusan untuk menggerakkan diri dalam pelayanan Tuhan didahului oleh pertemuan dengan Maria. Bunda Maria selalu mendorong kita untuk mencari Tuhan, untuk mendambakan perubahan, untuk menjalani hidup baru".
Rosario : Peristiwa Sedih
Persembahkan : Beri kata² yang baik kepada orang² di sekitar kita

Hari keenam : Maria adalah Bunda pencinta keadilan
“Sumber hidup Maria adalah cinta kasihnya. Suatu cinta kasih yang sempurna, sedemikian sempurna sehingga dia melupakan diri sendiri dan selalu bergembira di mana pun Tuhan menghendaki dia berada, mengemban dengan sepenuh hati apa yang Tuhan ingin dia laksanakan. Itulah sebabnya bahkan tindakannya yang sekecil apapun tidak pernah adalah kebiasaan atau sia-sia, melainkan penuh dengan arti. Maria, Bunda kita, adalah bagi kita contoh dan juga jalan. Kita harus berusaha menjadi seperti dia dalam kehidupan yang biasa yang diinginkan Tuhan untuk kita".
Rosario : Peristiwa Mulia
Persembahkan : Doa tiga Salam Maria pada malam hari sebelum tidur dan daraskan setiap Salam Maria dengan lebih penuh cinta pada Bunda Maria

Hari ketujuh : Bunda Maria naik ke Surga
“Maria telah diangkat ke Surga dengan jiwa dan raganya, dan para malaikat bersukaria. Aku juga dapat membayangkan kegembiraan hati St. Yusuf, mempelainya yang amat suci, yang menantikannya di Firdaus. Tetapi apakah jadinya dengan kita yang masih di dunia ini? Iman kita mengatakan bahwa di dunia ini, dalam kehidupan kita sekarang, kita adalah peziarah, pengembara. Bagian kita adalah pengurbanan, penderitaan dan kekurangan. Walau demikian, kegembiraan haruslah menjadi irama dari langkah² kita"
Rosario : Peristiwa Terang
Persembahkan : Senyum pada mereka yang mencela kita atau berprasangka terhadap kita

Hari kedelapan : Maria adalah contoh untuk kehidupan sehari-hari kita
“Janganlah kita lupa bahwa Maria menjalani hampir semua hari-harinya sama seperti berjuta-juta wanita lain yang mengurusi keluarga mereka, membesarkan anak-anak dan mengatur rumah tangga. Maria menyucikan peristiwa² hariannya – apa yang orang² salah tafsirkan sebagai hal yang tidak penting dan tidak berarti; tugas harian, melayani orang² yang terdekat padanya, mengunjungi sahabat² dan sanak saudara. Betapa terberkatinya hal² yang biasa ini, yang dapat menjadi penuh dengan cinta Allah!"
Rosario : Peristiwa Sedih
Persembahkan : Suatu pelayanan bagi orang yang terdekat dengan kita
Persiapkan diri untuk Perayaan besok dengan melakukan Pengakuan Dosa dan mohon Tuhan membersihkan jiwa kita.

Hari kesembilan: Maria yang terkandung tanpa noda dosa
“Apa yang akan kita lakukan bila kita dapat memilih ibu kita sendiri? Saya yakin kita akan memilih ibu yang kita miliki, meriasnya dengan segala rahmat yang mungkin. Itulah yang dilakukan oleh Kristus. Dia adalah yang Mahakuasa, Mahabijaksana, Cinta itu sendiri. Kekuasaan-Nya menjadikan kehendak-Nya terlaksana. Oleh sebab itu Dia menganugerahkan Bunda-Nya rahmat yang tersendiri. Bunda-Nya bebas dari kuasa Iblis. Bunda-Nya dibuat-Nya cantik, tanpa noda dan murni jiwa raganya".
Rosario : Peristiwa Gembira
Persembahkan : Diri kita bersama dengan Yesus, pada waktu menerima Komuni
Bunda Maria telah membantu kita mendekat pada Tuhan hari-hari ini. Sembilan hari ini telah selesai, maka kita akan memasuki minggu kedua masa Adven.


November 26, 2018

SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA


Sahabat2 Vinsensian Ytk.
Berikut adalah renungan mengenai Perayaan Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda yang ditulis secara khusus oleh Rm. Anton Sad Budianto CM (Penasehat Rohani Denas SSV Indonesia).
Selamat membaca dan merenungkan.
Semoga kita tersemangati dan semakin menghayati Perayaan Serikat ini.
Salam Vinsensian
Berkah Dalem


HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIKANDUNG TANPA NODA 
(8 Desember)
Dalam Pembukaan setiap pertemuan SSV, kita mendoakan: Ratu yang terkandung tanpa noda asal, doakanlah kami. Darimana mana asal doa ini? Kita perlu menelusuri sejarahnya dan memahami maknanya.
Kasih umat kristiani kepada Bunda Maria sudah sejak awal Gereja. Kisah Para Rasul memberi kesaksian bahwa Bunda Maria suka berkumpul dengan Para Rasul.  Setelah Bunda Maria wafat, kasih tersebut diwujudkan dalam devosi. Salah satunya adalah devosi kepada Maria yang dikandung tanpa dosa.
Kita tidak tahu persis kapan pesta atau devosi ini dimulai, yang pasti Paus Sixtus IV pada tahun 1476 menetapkan 8 Desember sebagai Pesta Maria dikandung tanpa dosa ini.
Frederic Ozanam dan teman-temannya yang menjadi anggota pertama dari SSV menetapkan 8 Desember sebagai pesta bagi SSV.
Peneguhan iman akan Maria dikandung tanpa noda dosa juga nyata dalam Penampakan Maria Medali Wasiat kepada Santa Katarina Laboure PK, sehingga doa bagi Maria Medali Wasiat adalah:”Ya Maria semula jadi tak bercela, doakanlah kami yang berlindung kepadamu.”
Baru 20 tahun kemudian Paus Beato Pius IX menetapkannya sebagai dogma (1854), maka 8 Desember menjadi Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda.
Hal ini diteguhkan kesaksian Bernadette Soubirous yang menerima penampakan Bunda Maria di Lourdes yang memperkanlkan diri sebagai “Yang Dikandung Tanpa Noda” (1858).
SSV mohon lewat Bunda Maria yang dikandung tanpa noda bagi Konferensi Konferensi dan Dewan-Dewannya keteladanan dan perlindungan dalam hidup dan karyanya (Doa Pembukaan setiap pertemuan).
Apa relevansi Hari Raya ini bagi penghayatan kita sebagai Vinsensian? Iman Vinsensian didasarkan pada inkarnasi, sabda yang menjadi manusia dalam diri Yesus. Yesus menjadi manusia lewat kesediaan Perawan Maria untuk mengandung Dia atas kuasa Roh Kudus.
Perawan Maria disiapkan untuk mengandung Putra Allah, maka Gereja meyakini Dia dikandung tanpa noda dosa. Iman keyakinan ini harus dipahami dengan benar karena jika tidak bisa membuat umat pasif dalam berusaha menjadi kudus, karena melihat kekudusan Bunda Maria itu melulu karya Tuhan.
Padahal inilah kenyataannya, kekudusan itu di satu pihak memang anugerah Tuhan.  Dari diri kita sendiri tak mungkin kita menjadi kudus. Kita manusia dipanggil atau diciptakan Tuhan sebagai citraNya yang adalah kudus, karena Tuhan itu memang mahakudus.
Apa artinya kudus? Kudus berarti dipisahkan, dikhususkan, dibedakan dari yang duniawi.  Karena itu kudus sering dilawankan dengan sekular  (duniawi).
Sebagai mahluk rohani, seperti Tuhan kita memang bukan dari dunia ini (Yoh 17:16). Karena itu makanan kita yang sejati, sumber hidup kita adalah persatuan kita dengan Tuhan.  Bagaimana persatuan dengan Tuhan itu? Itu bukan terutama persatuan biologis, Yesus sendiri mengatakan: “IbuKu dan saudara-saudaraKu ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”(Luk 8:21)
Jadi kudus jelas maknanya: mendengarkan dan melaksanakan firman Allah.
St Vinsensius menegaskan:”Jalan yang paling pasti dan cepat untuk mencapai kekudusan adalah melaksanakan kehendak Allah dalam segala hal.” Bunda Maria memberi teladan yang jelas: “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu.” (Luk 1:38)
Kita menghayati Hari Raya yang kita doakan setiap pembukaan pertemuan kita ini dengan meneladan Bunda Maria.
Kita percaya bahwa dengan pembaptisan kitapun dibersihkan dari noda dosa. Tidak cukup kita menjaga kebersihan kita, seperti Bunda Maria kita mau mengisi hidup kita dengan “mengandung Kristus” dalam hati dan kesadaran kita.
PERTAMA, itu berarti kita mau membaca, merenungkan, dan meresapkan Injil setiap hari, karena Injil mengandung kehidupan dan karya Tuhan Yesus.
KEDUA, kita mau berpikir, berkehendak, berkata, dan bertindak dalam terang Injil. Dengan demikian kita terus menerus mewujudkan sabda(Injil) menjadi manusia (dalam seluruh hidup kita)
KETIGA, kita mau melihat segala peristiwa dan sesama yang kita jumpai, termasuk dalam kunjungan orang miskin dalam terang Injil. Dengan demikian kita akan lebih peka akan kehadiran Tuhan dan bimbinganNya setiap saat dalam hidup kita.Begitulah Tuhan bukan lagi suatu yang abstrak, namun Pribadi yang dekat, kita rasakan kehadiran dan bimbingan kasihNya setiap saat.



August 21, 2018

Doa Salam Maria – Berkat-berkat



Doa Salam Maria, salam surgawi ini, menurunkan berkat-berkat Yesus dan Maria yang berlimpah ruah kepada kita karena salam itu merupakan kebenaran yang tidak dapat sesat yang diberikan Yesus dan Maria sebagai ganjaran kepada orang-orang yang memuliakan mereka. Yesus dan Maria mengganjar kita seratus kali lipat atas puji-pujian yang kita berikan kepada mereka. “Aku mengasihi orang yang mengasihi aku.. supaya kuwariskan harta kepada yang mengasihi aku dan kuisi penuh perbendaharaan mereka” (Ams 8:17.21). Yesus dan Maria selalu berkata, “Kami mengasihi orang yang mengasihi kami; kami memperkaya mereka dan menambah kekayaan mereka hingga berlimpah-limpah.” “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2Kor 9:6).
     Sekarang, kalau kita dengan pantas mendaraskan Salam Maria, bukankah ini merupakan cara untuk mencintai, memuji dan memuliakan Yesus dan Maria? Dalam setiap Salam Maria kita memuji baik Yesus dan Maria, “Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
     Dengan setiap Salam Maria kita menghaturkan kepada Bunda Maria hormat yang sama seperti diberikan Allah kepadanya tatkala Ia mengutus Malaikat Agung Gabriel untuk menyapanya atas nama Allah. Bagaimana mungkin seseorang dapat beranggapan bahwa Yesus dan Maria, yang sering berbuat baik kepada orang-orang yang mengutuk mereka, dapat mengutuk orang-orang yang memuji dan menghormati mereka dengan Salam Maria?
     Baik Santo Bernardus maupun Santo Bonaventura mengatakan bahwa Ratu Surga tentu tidak kurang bersyukur dan bersungguh-sungguh daripada orang-orang yang peramah dan berperilaku sopan di dunia ini. Sebagaimana ia unggul dalam segala kesempurnaan yang lain, ia pun mengatasi kita semua dalam keutamaan berterima kasih; dengan begitu ia tidak akan pernah membiarkan kita menghormatinya dengan cinta dan penghargaan tanpa mengganjar kita seratus kali lipat banyaknya. Santo Bonaventura mengatakan bahwa Maria akan menyalami kita dengan rahmat kalau kita menyalami dia dengan Salam Maria.
     Siapakah yang mungkin dapat mengerti rahmat dan berkat-berkat yang berpengaruh atas diri kita berkat salam dan hormat kepada Bunda kita Maria? Segera setelah Santa Elisabet mendengar salam Bunda Maria, ia dipenuhi Roh Kudus dan bayi yang ada di dalam rahimnya melonjak kegirangan. Jika kita membuat diri pantas bagi salam dan berkat Bunda Maria, kita akan dipenuhi dengan rahmat dan arus hiburan rohani akan mengalir masuk ke dalam jiwa kita.


Dari “Rahasia Rosario”, karangan Santo Louis-Marie Grignion de Montfort, imam.
(Mawar 18)

RAHASIA ROSARIO








Semenjak Santo Dominikus menghidupkan devosi kepada Rosario Suci hingga saat pemulihannya kembali oleh Beato Alan de la Roche pada tahun 1460, Rosario Suci selalu disebut Mazmur Yesus dan Mazmur Maria. Sebutan ini diberikan karena Mazmur Yesus dan Mazmur Maria mempunyai jumlah yang sama dengan jumlah mazmur di dalam Kitab Mazmur Daud. 

Tetapi Rosario dapat dianggap lebih bernilai daripada Mazmur Daud karena :
1.  Mengandung nilai yang lebih mulia, yaitu Sabda yang menjelma di dalam Pribadi Yesus Kristus, sedangkan Mazmur Daud memuat ramalan-ramalan perihal kedatangan-Nya.
2.  Lebih agung daripada Mazmur Daud yang hanya berfungsi sebagai pralambang.
3.  Rosario merupakan karya langsung Tritunggal Mahakudus dan tidak dibuat oleh manusia.
Kata Rosario berarti mahkota mawar. Bunda Maria telah menunjukkan restunya terhadap nama Rosario itu. Ia telah menyatakan kepada beberapa orang, bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka menghadiahkan kepadanya sekuntum mawar yang indah, dan bahwa masing-masing Rosario yang utuh membentuk mahkota mawar.

Bruder Alfonsus Rodriques, seorang biarawan Yesuit yang terkenal, biasanya mendaraskan Rosario dengan semangat berkobar-kobar sehingga sering ia melihat sekuntum mawar merah keluar dari bibirnya pada setiap Bapa Kami, dan sekuntum Mawar Putih pada setiap Salam Maria. Kedua mawar itu sama indah dan harumnya.

Kisah Santo Fransiskus menceritakan tentang seorang rahib muda yang mempunyai kebiasaan terpuji dalam hal pendarasan Mahkota Bunda Maria atau Rosario setiap hari sebelum makan malam. Suatu hari karena sesuatu halangan ia tidak dapat melakukannya. Lonceng untuk makan malam telah berdentang, ketika ia meminta izin kepada pimpinannya untuk berdoa Rosario sebelum memasuki ruang makan. Sesudah ia mendapat izin, ia kembali ke kamarnya untuk berdoa.

Setelah sekian lama ia tidak kunjung datang, pemimpin biaranya menyuruh seorang rahib muda lain memanggilnya. Apa yang dilihat rahib muda itu? Ia melihat kamar rahib rekannya itu bermadikan cahaya surgawi, dan rekannya itu sedang memandang kepada Bunda Maria yang dikawal oleh dua malaikat. Mawar-mawar yang indah terus bermunculan dari mulutnya pada setiap doa Salam Maria. Satu demi satu mawar-mawar itu diambil oleh dua malaikat itu, lalu diletakkan di atas kepala Bunda Maria. Bunda Maria menerima mawar-mawar itu dengan tersenyum.

Ada lagi, nama Beato Thomas dari Santo Yohanes, terkenal karena kotbah-kotbahnya tentang Rosario Suci. Setan-Setan yang cemburu dan iri hati terhadap keberhasilannya menyelamatkan jiwa-jiwa kaum beriman-menyiksa beliau begitu hebatnya sehingga akhirnya ia jatuh sakit. Beliau menderita sakit begitu lama dan dokter-dokter pun tidak mampu lagi mengobatinya.

Pada suatu malam, tatkala ia menyangka bahwa ajalnya sudah dekat, setan menampakkan diri kepadanya dalam rupa yang sangat mengerikan. Sebuah lukisan Bunda Maria terpajang di dekat ranjangnya. Ia memandangi lukisan itu sambil menangis tersedu-sedu dan sekuat-kuatnya berseru, " Tolonglah aku, selamatkanlah aku, Ibuku yang mulia!" Tidak lama kemudian lukisan itu tampak hidup dan Bunda Maria merentangkan tangannya, lalu merangkulnya sambil berkata, "Jangan takut Thomas, anakku! Akulah ini. Aku mau menyelamatkan engku: bangunlah sekarang dan teruskanlah karyamu mewartakan Rosarioku sebagaimana biasa kau lakukan. Aku berjanji untuk melindungi engkau dari musuh-musuhmu."
Ketika Bunda Maria mengucapkan kata-kata ini, setan enyah darinya. Lalu Beato Thomas itu bangun dan merasa benar-benar sehat dan segar. Lalu dengan penuh semangat ia melanjutkan karya kerasulan Rosarionya.

Alfonsus, Raja Leon dari Galicia, ingin sekali agar semua hamba dan pelayannya menghormati Bunda Perawan dengan mendaraskan Rosario Suci. Untuk itu ia biasanya menggantungkan sebuah Rosario Besar pada ikat pinggangnya dan selalu mengenakannya. Hanya sayangnya ia sendiri tidak mendaraskan Rosario itu. Kendati demikian, dengan mengenakan Rosario itu pada pinggangnya, ia menggerakkan bawahan-bawahannya untuk berdoa Rosario dengan tulus hati.

Pada suatu hari Alfonsus jatuh sakit berat. Ketika mendekati ajalnya, dalam suatu penglihatan ia menyaksikan dirinya sedang berdiri di hadapan tahta pengadilan Tuhan. Banyak setan di sana sedang mendakwanya perihal semua dosa yang telah dilakukannya. Yesus Tuhan kita sebagai Hakim Yang Mahakuasa hampir saja menghukumnya masuk neraka ketika Bunda Maria datang untuk membelanya. Bunda Maria minta dibawakan sebuah timbangan. Pada satu belahan timbangan diletakkan dosa-dosanya, dan pada belahan timbangan lainnya diletakkan Rosario yang selalu dikenakannya serta semua untaian doa Rosario yang telah didaraskannya dengan contoh hidupnya. Ternyata Rosario jauh lebih berat daripada dosa-dosanya. Ketika Raja sadar, ia berseru,"Terberkatilah Rosario Santa Perawan Maria, berkat Rosario itu saya dibebaskan dari hukuman abadi!"
Sangat banyak peristiwa terkait mukjizat yang muncul dari Rosario Suci ini, misalnya peristiwa yang terjadi di Carcassone, di mana saat itu Santo Dominikus tengah berkotbah tentang Rosario Suci. Ada seorang bidaah menertawakan mukjizat-mukjizat dan lima belas misteri Rosario Suci. Perbuatan ini menghalang-halangi pertobatan orang bidaah lainnya. Sebagai hukumannya, Allah membiarkan lima belas ribu roh jahat merasuki orang itu.

Orang tuanya membawa dia kepada pastor Dominikus untuk dibebaskan dari gangguan roh-roh jahat itu. Santo Dominikus mulai berdoa dan meminta kepada setiap orang yang hadir untuk bersama-sama dengannya mendaraskan doa rosario dengan suara lantang. Untuk setiap doa Rosario, Bunda Maria menarik keluar dari tubuh orang itu seratus roh jahat. Roh-roh jahat itu keluar dalam bentuk batubara yang panas membara.

Setelah dibebaskan, ia mengakui di bawah sumpah kekeliruan-kekeliruannya, lalu bertobat, dan menjadi anggota Serikat Rosario Suci. Beberapa orang kawannya melakukan hal yang sama setelah digerakkan secara luar biasa oleh siksaan atas dirinya dan kuasa dahsyat Rosario Suci.

Peristiwa lainnya, Santo Dominikus mempunyai sepupu bernama Don Perez, yang juga dipanggil Pedro. Hidupnya amat bejat. Ketika mendengar bahwa Santo Dominikus sedang berkotbah tentang keajaiban-keajaiban Rosario dan mendengar beberapa orang telah ditobatkan dan memperbaiki hidup mereka dengan menggunakan Rosario, ia berkata. "Saya sebenarnya tidak sudi lagi berharap untuk diselamatkan, namun sekarang hatiku mulai tergerak. Saya seharusnya mendengarkan manusia kekasih Allah ini ".

Karena itu ia pergi mendengarkan salah satu khotbah Santo Dominikus. Ketika Santo Dominikus menatap sepupunya itu, ia dengan lebih tegas dan penuh semangat berbicara tentang dosa daripada sebelumnya. Dari lubuk hatinya ia mohon petunjuk Allah Yang Mahakuasa agar menerangi sepupunya itu dan membiarkannya melihat keadaan jiwanya yang memprihatinkan itu.


Mulanya Don Perez merasa terperangah, namun ia masih belum mengambil keputusan untuk mengubah cara hidupnya. Ia datang sekali lagi untuk mendengarkan Khotbah Santo Dominikus, dan sepupunya itu - yang menyadari bahwa hati yang sekeras batu hanya dapat digerakkan oleh sesuatu yang agak luar biasa - berteriak dengan suara lantang, " Oh, Tuhan Yesus, perkenankanlah semua umatmu ini melihat keadaan yang sebenarnya orang yang baru masuk Rumah-Mu ini."

Serta merta semua orang memandang Don Perez yang dikerumuni sejumlah iblis berupa binatang-binatang buas yang mengikatnya dengan seutas rantai besi yang besar. Semua orang lari terpencar ketakutan. Don Perez sendiri merasa lebih ngeri daripada mereka ketika ia melihat bagaimana setiap orang menghindarinya.

Santo Dominikus menyuruh orang-orang itu tetap berdiri. Ia berkata kepada sepupunya, " Hai orang yang malang, sadarilah keadaanmu yang memprihatinkan itu, dan rebahkanlah dirimu di bawah kaki Bunda Maria. Ambillah Rosario ini, berdoalah dengan khidmat dan penyesalan yang tulus atas semua dosa, dan buatlah keputusan yang teguh untuk memperbaiki hidupmu."

Maka Don Perez berlutut dan mendaraskan seluruh Rosario. Kemudia ia tergerak untuk mengakukan dosa-dosanya dengan penyesalan yang sungguh mendalam. Santo Dominikus menyuruhnya mendaraskan Rosario setiap hari; ia berjanji untuk melaksanakannya dan atas kemauannya sendiri mendaftar sebagai anggota Serikat Rosario Suci.

Ketika meninggalkan gereja, roman mukanya tidak lagi mengerikan, melainkan berkilau-kilauan seperti malaikat. Selanjutnya ia tetap menekuni devosi kepada Rosario, menjalani hidup Kristen yang baik, dan meninggal dengan damai dan bahagia.

Dengan demikian Rosario Suci merupakan akar dan gudang berkat yang tak terhitung jumlahnya, karena melalui Rosario Suci :
·                  Orang-orang berdosa diampuni;
·                  Jiwa-jiwa yang dahaga disegarkan;
·                  Mereka yang terbelenggung akan dilepaskan ikatannya;
·                  Mereka yang menangis menemukan kebahagiaan;
·                  Mereka yang dicobai menemukan kedamaian;
·                  Mereka yang miskin mendapatkan bantuan;
·                  Hidup keagamaan diperbaharui;
·                  Mereka yang bodoh diajar;
·                  Manusia belajar mengatasi keangkuhannya;
·                  Orang mati(jiwa-jiwa yang kudus) dihapus penderitaannya.

( dicuplik dari buku Rahasia Rosario karangan St. Louis de Monfort)



September 25, 2015

MERENUNGKAN MISTERI DALAM DOA ROSARIO


Setiap kali berdoa Rosario, hampir selalu kita akan merenungkan misteri-misteri Kitab Suci yang dalam Doa Rosario terbagi atas Peristiwa Sedih, Peristiwa Gembira, Peristiwa Mulia dan yang paling baru yaitu Peristiwa Terang. Tentu ada di antara umat Katolik sekalian termasuk saya sendiri pernah mengalami kesulitan-kesulitan untuk merenungkan Misteri-misteri tersebut. Ada juga di antara umat Katolik termasuk saya sendiri yang seringkali hanya sekadar membaca Misteri-misteri tersebut tanpa mencoba untuk masuk ke dalamnya.

Dua hari lalu teman saya menghibahkan sejumlah buku-buku tua yang bagus, salah satunya adalah buku doa berukuran kecil (buku saku) keluaran Januari 1999 yang berisi doa-doa dasar dan umum dalam Gereja Katolik. Dalam buku ini pula, saya temukan sebuah penjelasan cara-cara untuk merenungkan Misteri-misteri dalam Doa Rosario yang saya yakin bermanfaat untuk kita semua.


Cara-cara Merenungkan Misteri-misteri dalam Doa Rosario

1. Melihat apa yang terjadi: Sewaktu berdoa, kita membayangkan peristiwa yang bersangkutan dengan bantuan angan-angan, atau dengan memakai gambar-gambar seperti yang terdapat dalam buku ini. Kita hendak melihat apa yang terjadi, dan seakan-akan hadir pada peristiwa yang kita renungkan; mengamat-amati bagaimana malaikat menghadap Maria, mendengarkan apa yang dikatakan malaikat dan apa yang dikatakan Maria. Jadi, kita memandang dan mendengarkan! Oleh sebab itu, peristiwa-peristiwa yang disajikan hendaknya direnungkan dan dipikirkan dalam-dalam.

2. Bersama dengan Yesus dan Maria:  Tanpa berkhayal pun kita dapat bersama-sama dengan Yesus dan Maria, yaitu dalam sikap iman seakan-akan “beristirahat” dalam Allah. Kita tidak perlu memperhatikan kata-kata yang kita ucapkan, dan tidak perlu menaruh banyak minat pada arti kata-kata itu. Perhatian hanya kita arahkan kepada Allah. Kita berdiam di dalam Dia. Kita berbuat sesedikit mungkin untuk membiarkan Allah berkarya dalam diri kita, menguasai sepenuhnya hati kita. Maka doa dan misteri hanya satu tujuannya, yaitu mempersiapkan jalan untuk bertemu dengan Allah, yang berbicara tanpa kata. Bagi banyak orang, berdoa Rosario memberikan kedamaian di tengah-tengah kegelisahan apapun. Karena Doa Rosario ini pula banyak orang kudus merasa terdorong untuk menjalin hubungan mesra dengan Tuhan dan orang-orang yang baru mulai membina kehidupan rohani terdorong untuk lebih giat belajar berdoa.

3. Membagi-bagikan Misteri: Untuk lebih mudah memusatkan perhatian, misteri-misteri dapat dibagi-bagi sehingga pada setiap sepuluh kali “Salam Maria”, ada satu segi tertentu yang direnungkan dan diperhatikan. Kalau dengan cara ini Doa Rosario dirasakan menghabiskan lebih banyak waktu, maka lebih baik berdoa 20 sampai 30 kali “Salam Maria” (berarti 2 atau 3 Misteri saja dulu) saja daripada menyelesaikan ke-5 Misteri dengan tergesa-gesa dan tanpa menaruh perhatian apapun. Lain waktu dapat dilanjutkan. Sebab jangan lupa bahwa Doa Rosario adalah sebagai media bantuan untuk bertemu dengan Tuhan.
4. Menelaah Misteri: Dengan bantuan gambar atau visualisasi misteri-misteri, kita dapat melihat dan merenungkannya. Umpama saja, kita melihat suatu peristiwa yang menunjukkan betapa besar cinta Yesus kepada kita (misalnya peristiwa Yesus Didera). Kita lalu terdorong untuk mencintai-Nya, mengabdi-Nya dan menyatakan simpati kepada-Nya. Kita dapat seolah-olah hadir bersama dengan Dia di Tanah Suci misalnya dengan masuk ke dalam gua di Betlehem, berdiri di bawah salib dan memperhatikan wajah Maria yang berubah menjadi berseri-seri ketika melihat Putera-Nya yang bangkit. Dan barangkali hati kita dengan sendirinya memikirkan kembali arti kata-kata yang kita ucapkan: “Santa Maria Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini!”

5. Merenungkan hasil-buah Misteri: Setiap misteri mempunyai hasil-buah sendiri. Dan setiap misteri harus diwujudkan di dalam kehidupan kita masing-masing. Semua peristiwa dalam Doa Rosario menceritakan hidup Yesus dan Bunda-Nya. Tetapi hidup Yesus dan Bunda-Nya terus berlangsung dalam hidup kita. Misteri hidup Kristus ialah misteri hidup kita. Oleh sebab itu, sebaiknya kita memeriksa apa yang diajarkan setiap misteri itu kepada kita dan bertanya: “Bagaimana kita dapat mewujudkannya?”. Misalnya, dengan Misteri Gembira yang pertama (Kabar Malaikat kepada Maria), kita dapat merenungkan makna ucapan Maria: “Aku ini hamba Tuhan”. Ucapan itu menyatakan kesediaan sempurna untuk melakukan apa saja yang dikehendaki Tuhan. Maria tidak menganggap dirinya lebih daripada seorang hamba. Tugas dan kewajibannya tak lain dan tak bukan adalah melakukan semua yang diperintahkan Allah. Apakah kita memiliki sikap demikian itu? Bukankah kita juga harus bersedia melakukan apa saja yang dikehendaki Allah? Memang, seharusnya kita dapat menyesuaikan diri secara sempurna dengan kehendak Allah. Bila keinginan ini ada, kita dapat memohon perantaraan Maria untuk memperoleh anugerah itu. Dengan cara yang sama, kita dapat merenungkan setiap misteri, memikirkannya, mewujudkannya dalam diri kita dan berusaha mengubah hidup kita sesuai dengan ajaran yang tercantum di dalamnya. Rosario yang kita doakan setiap hari dengan cara demikian akan merupakan kekuatan bagi kita untuk maju dalam pengabdian kita kepada Tuhan.

6. Berdoa untuk Ujud (Intensi) tertentu:  Doa Rosario sungguh-sungguh suatu doa untuk kehidupan sehari-hari seperti telah dijelaskan dalam Kata Pengantar. Suatu kebiasaan yang baik ialah membuat suatu ujud pada setiap sepuluh kali “Salam Maria” dan mendoakannya. Ujud itu biasanya sesuai dengan hal yang menarik perhatian kita sekarang ini atau sesuai dengan misteri dari sepuluh Salam Maria yang bersangkutan.

Misalnya: Peristiwa-peristiwa Gembira berhubungan dengan masa kecil Yesus. Maka kita berdoa untuk orang tua, anak-anak, para pendidik, hidup keluarga dsb. Pada Peristiwa Pertama, kita berdoa untuk para ibu yang sedang menantikan kelahiran anak yang baru; pada Peristiwa Kedua untuk para bidan dan perawat agar meneladan Maria yang membantu Elizabeth; pada Peristiwa Ketiga untuk bayi-bayi yang lahir dalam kemiskinan; pada Peristiwa Keempat untuk mempersembahkan anak-anak kita kepada Yesus dan Maria; dan pada Peristiwa Kelima untuk mendoakan anak-anak kita supaya tidak meninggal atau mengalami gangguan dalam masa kecil. Dapat pula kita menyatakan kerelaan kita untuk menyerahkan anak kita kepada Tuhan, jika Tuhan memanggilnya untuk tugas yang luhur di dalam rumah Bapa.

Pada Peristiwa-peristiwa Sedih, kita berdoa untuk berbagai macam golongan pendosa, misalnya untuk mereka yang murtad dan tegar-hati (peristiwa pertama); untuk yang melanggar kemurnian dan menodai kesetiaan dalam pernikahan (peristiwa kedua); untuk yang sombong dan angkuh (peristiwa ketiga), untuk yang mendurhakai Tuhan (peristiwa keempat); dan untuk semua pendosa (peristiwa kelima).

Pada Peristiwa-peristiwa Mulia kita berdoa untuk kejayaan Gereja (peristiwa pertama), untuk pikiran manusia agar lebih tertuju kepada Allah (peristiwa kedua); untuk mohon bantuan Roh Kudus (peristiwa ketiga); untuk mohon perantaraan Santa Maria, Ratu dan Bunda kita (peristiwa keempat) dan untuk mohon agar ia membimbing kita menuju kepada kebahagiaan abadi, mahkota hidup kita di surga (peristiwa kelima).

Tambahan dari Indonesian Papist - Pada Peristiwa-peristiwa Terang kita berdoa untuk sanak keluarga dan sahabat-sahabat kita yang akan dibaptis (peristiwa pertama), berdoa untuk pernikahan kita, saudara kita, atau sahabat kita agar Kristus mau menyatakan diri-Nya di dalam pernikahan-pernikahan tersebut (peristiwa kedua), berdoa untuk pewartaan Injil dan pertobatan kepada setiap orang di era modern ini (peristiwa ketiga), berdoa agar Kristus mau hadir dan menampakkan kemuliaan-Nya dalam kehidupan menggereja kita (peristiwa keempat) dan berdoa agar pelanggaran-pelanggaran Liturgi semakin hari semakin berkurang (peristiwa kelima).

7. Menyelingi doa dengan bacaan Kitab Suci: Paus Pius XII dan Paulus VI sering menyebut Doa Rosario sebagai “ringkasan seluruh Injil”. Memang demikian. Misteri-misteri Rosario adalah misteri-misteri Injil. Jika doa Rosario diselingi dengan bacaan Kitab Suci, maka doa itu akan sangat berguna dan merupakan cara meditasi yang unggul. Mungkin Rosario akan menjadi doa yang terlalu panjang, jika setiap sepuluh “Salam Maria” diberi kutipan Injil. Apalagi kalau harus kita selesaikan semua. Oleh karena itu, Doa Rosario perlu dilakukan dengan variasi. Misalnya, pada hari pertama kita membaca kutipan Kitab Suci untuk sepuluh kali “Salam Maria” yang pertama, lain hari untuk sepuluh kali “Salam Maria” yang kedua dst. Jika kita menyelingi doa dengan bacaan Kitab Suci, doa-doa kita akan mempunyai makna yang meresapi seluruh hati.