July 3, 2019

(RENUNGAN HARIAN JUMAT 12 JULI 2019 )


Bacaan Liturgi Jumat 12 Juli 2019

Bacaan Pertama  Kej 46:1-7.28-30
Pada waktu itu berangkatlah Israel dengan segala miliknya, dan ia tiba di Bersyeba. Lalu dipersembahkannya kurban sembelihan kepada Allah Ishak, ayahnya.  Bersabdalah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam, "Yakub, Yakub!" Sahutnya, "Ya, Tuhan."  Maka bersabdalah Allah, "Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.  Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."  Maka berangkatlah Yakub dari Bersyeba.   Anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka naik kereta yang dikirim Firaun untuk menjemput.   Mereka juga membawa ternak dan harta benda 
yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan. Lalu tibalah mereka di Mesir, yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia.  Anak-anak dan cucunya, laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanya ke Mesir. Yakub menyuruh Yehuda berjalan lebih dahulu mendapatkan Yusuf, supaya Yusuf datang ke Gosyen menemui ayahnya. Dan sementara itu sampailah mereka ke tanah Gosyen.  Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen, 
mendapatkan ayahnya, Israel.  Ketika Yusuf bertemu dengan ayahnya, 
dipeluknyalah leher ayahnya dan lama menangis pada bahunya.
Berkatalah Israel kepada Yusuf,  "Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu  dan mengetahui bahwa engkau masih hidup."
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40
Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan.
*Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia;  bergembiralah karena Tuhan; maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
*Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;  mereka tidak akan mendapat malu 
sewaktu ditimpa kemalangan,  dan pada hari-hari kelaparan mereka akan menjadi kenyang.  *Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, 
maka engkau akan memiliki tempat tinggal yang abadi;  sebab Tuhan mencintai kebenaran,   dan tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.   Orang-orang yang berbuat jahat akan binasa, dan anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.  *Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan;  Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;  Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik. Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil  Yoh 16:13a;14:26b
Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. 
Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.

Bacaan Injil  Mat  10:16-23
Pada suatu hari  Yesus bersabda kepada kedua-belas murid-Nya,
"Lihat, Aku mengutus kalian seperti domba ke tengah-tengah serigala!
Sebab itu hendaklah kalian cerdik seperti ular, dan tulus seperti merpati.
Tetapi waspadalah terhadap semua orang. Sebab ada yang akan menyerahkan kalian kepada majelis agama, dan mereka akan menyesah kalian di rumah ibadatnya.  Karena Aku kalian akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka  dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.  Apabila mereka menyerahkan kalian, janganlah kalian kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kalian katakan, karena semuanya itu akan dikurniakan kepadamu pada saat itu juga.  Karena bukan kalian yang akan berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu.  Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya.  Anak- anak akan memberontak terhadap orang tuanya  dan akan membunuh mereka.  Dan kalian akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi barangsiapa bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat.
Apabila mereka menganiaya kalian di suatu kota, larilah ke kota yang lain.  Aku berkata kepadamu, Sungguh, sebelum kalian selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang."
Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.
Menjadi pengikut Yesus , apalagi menjadi pewarta Injil, tidaklah mudah. Ada banyak tantangan yang dihadapi. Maka dibutuhkan keberanian untuk masuk dalam saat saat hening dalam doa, dan mendengarkan Sabda-Nya agar kita tidak takut.  Gereja saat ini semakin mendapat tantangan untuk terus menerus mengampuni mereka yang merusak dan membakar gereja, melarang umat  Allah beribadat, mengejar ngejar orang Kristen di berbagai tempat, dan menganiaya serta membunuh para misionaris. Hal yang terpenting adalah setiap hari Gereja sebagai umat Allah harus siap memberikan pengampunan bagi mereka yang menfitnah dan yang menjadi sumber perpecahan komunitas komunitas Kristiani.  Karena itu, Gereja dipanggil terutama untuk menjadi saksi kerahiman yang dapat dipercaya, mengakukannya dan menghidupinya sebagai inti pewahyuan Yesus.  Dari kedalaman misteri Allah, sungai besar kerahiman menyembul dan meluap tanpa henti. Ia adalah sebuah mata air yang tidak akan pernah kering, tidak peduli berapa banyak orang yang mendekatinya. Setiap kali seseorang membutuhkan, ia bisa mendekatinya, karena kerahiman Allah tidak pernah berakhir. Kedalaman misteri yang mengelilinginya itu sama tak habis habisnya dengan kekayaan yang memancar dari padanya.   Sekarang ini, orang beriman juga memikirkan keselamatan dimasa  mendatang, , juga bagi orang orang lain. Orang beriman memiliki jangkauan hidup yang bersiap horizontal yaitu memikirkan keselamatan sesamanya, dan yang bersifat vertikal yaitu memikirkan hubungannya dengan Tuhan. Oleh sebab itu, hidupnya juga diarahkan kepada Tuhan Yesus yang menjadi  dasar dan pusat hidup berimannya. Dalam konteks inilah barangkali kita bisa mengerti jawaban St. Stefanus ketika dianiaya menjelang ajalnya :” Ya Tuhan Yesus , terimalah rohku.” (Kis 7:59)   Akhir hidup Stefanus diarahkan pada penyerahan diri kepada Tuhan Yesus  Kristus, Meski ia dianiaya karena beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, hidupnya terancam maut, ia tidak gentar. Yang paling  penting pada akhir hidupnya adalah bersatu dengan Tuhan Yesus . Itulah martir pertama yang menyemai iman dan memulai perkembangan jemaat Kristen perdana.

Butir permenungan
Kita yang menjadi pengikut Kristus dewasa ini, kiranya akan dikuatkan oleh teladan iman  St. Stefanus. Ia berani memberi kesaksian  iman kepada pemuka agama dan kesaksian inilah yang membawanya kedalam kebahagiaan kemartiran dan menerima mahkota di surga. Injil hari ini berkisah tentang Yesus memberitahukan kepada para rasul tentang apa yang akan mereka alami dalam perutusan  sebagai murid . Mereka akan menghadapi tugas berat. Mereka akan diserahkan ke majelis agama , disesah dan digiring kedepan penguasa. Dalam situasi seperti ini mereka tidak perlu takut sebab Roh Allah akan menyertai mereka dalam bersaksi. Penderitaan tidak hanya dialami oleh Yesus tetapi juga oleh para murid-Nya dan orang orang yang akan percaya karena pemberitaan para murid. Penderitaan itu sudah terjadi sekarang ini dan menjadi bagian dari kemuridan itu sendiri sebab mengikuti Yesus dan perutusan-Nya , tidak akan pernah membebaskan orang dari penderitaan dan aniaya.  Kini ancaman dan kesulitan itu datangnya dari dekat , karena Yesus para murid akan dibenci. Hal ini juga kita alami sebagai satu keluarga besar Indonesia. Karena iman kita akan Yesus , maka kebencian dan penderitaan serta kesulitan  seringkali kita alami di masyarakat. Yesus tetap mengingatkan agar kita tidak kehilangan identitas kemuridan untuk selalu memberitakan kebenaran dan jangan bimbang atas penyertaan Roh Kudus. Kesetiaan pada nama Yesus akan tetap menyelamatkan kita, Iman Katolik kita diuji untuk setia dalam hal ini.  Semoga kita tidak akan mudah menukar iman kita  dengan hal hal duniawi atau mencari keuntungan dengan mengorbankan iman kita . Marilah kita belajar dari Santo Stefanus. Akhir hidup Stefanus diarahkan pada penyerahan diri kepada Tuhan Yesus  Kristus, Meski ia dianiaya karena beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, hidupnya terancam maut, ia tidak gentar. Yang paling  penting pada akhir hidupnya adalah bersatu dengan Tuhan Yesus . Itulah martir pertama yang menyemai iman dan memulai perkembangan jemaat Kristen perdana.

Doa.
Ya Tuhan, kami bersyukur dan ber terima kasih  kepada-Mu , karena Engkau selalu ada untuk menguatkan kami, bila kami menghadapi berbagai kesulitan  dalam tugas pewartaan . Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian. Mampukanlah kami untuk bertahan dan tetap setia menjalankan tugas yang Engkau embankan kepada kami. Amin.



Roh Kebenaran akan datang dan mengajar kalian segala kebenaran. Ia akan mengingatkan segala yang telah Kunyatakan kepadamu.

0 komentar:

Post a Comment