December 25, 2018

RENUNGAN HARIAN ( SABTU 29 DESEMBER 2018 )


Bacaan Liturgi Sabtu 29 Desember 2018
PF S. Tomas Becket, Uskup dan Martir

Bacaan Pertama  1 Yoh 2:3-11
Saudara-saudara terkasih, inilah tandanya bahwa kita mengenal Allah, 
yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata "Aku mengenal Allah" tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta, dan tidak ada kebenaran di dalam dia. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu kasih Allah sungguh sudah sempurna; dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Allah. Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Allah, 
ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Saudara-saudara kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu; perintah ini telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang melenyap dan terang yang benar telah bercahaya. Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang, tetapi membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. 
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. 
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 96:1-2a.2b-3.5b-6
Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai.
*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya! 
*Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya, 
ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya - karya-Nya yang ajaib di antara segala suku. 
*Tuhanlah yang menjadikan langit, keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan hormat ada di tempat kudus-Nya.

Bait Pengantar Injil  Luk 2:32
Kristus cahaya yang menerangi pada bangsa, Dialah kemuliaan bagi umat Allah.

Bacaan Injil  Luk 2:22-35
Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat, Maria dan Yusuf membawa kanak-kanak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan Dia kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan:   "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah." Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. 
Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika kanak-kanak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, "Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." 
Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Kanak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan 
untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 
Demikianlah sabda Tuhan.

Renungan.
Sudah miskin, diusir lagi dari masyarakat.  Bak sudah jatuh ketimpa tangga lagi. Hari ke 40 adalah hari pentahiran bagi seorang ibu yang habis melahirkan. Upacara penyucian itu wajib demi menghapus kenajisan sehingga ibu itu dapat ikut kembali dalam peribadatan. Maria dan Yusup pergi ke Bait Allah di Yerusalem  untuk upacara  pentahiran dan mempersembahkan Yesus kepada Tuhan. Simeon menyambut Anak itu, membopong-Nya dan memuji Tuhan, karena karya penyelamatan-Nya telah dinyatakan melalui Tuhan Yesus. Simeon yakin , bahwa apa yang selama ini diharapkan sekarang telah berada ditangannya. Dalam diri Kanak kanak Yesus , Simeon melihat keselamatan yang dijanjikan Allah. Melihat Kanak kanak Yesus, Simeon mengalami bahwa terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa bangsa lain sedang diwahyukan. Lewat bangsa terpilih keselamatan akan disalurkan kepada yang lain sehingga mereka akan menjadi terang bagi bangsa bangsa  lain. Karya penyelamatan itulah yang dinubuatkan Simeon  akan menimbulkan perbantahan dan perpecahan diantara orang orang Yahudi. Maka , mereka yang pro pada Yesus akan mendapat keselamatan dan yang kontra akan mengalami kejatuhan. Semua itu akan mendatangkan penderitaan bagi Maria. “Suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri”   Maria akan ikut menderita menyaksikan perpecahan bangsa Israel itu, Karena itu kita pun jangan bersikap cuek tak peduli, tetapi soliderlah pada penderitaan sesama.
Dalam hidup harian kita banyak diantara kita biasanya kalau sedang mengalami situasi sulit seperti sakit, kita mulai ingat akan Tuhan. Kita mengharapkan Tuhan datang menjamah dan membebaskan kita dari situasi sulit yang kita hadapi . Tetapi kalau dalam keadaan sehat , kita tidak setia dan bahkan lupa akan Tuhan. Karena itu mari kita belajar dari Simeon yang setia menantikan Sang Mesias sehingga kalau kita mati suatu saat , kita pun mati sebagai orang yang selamat.

Butir permenungan
Sejak awal hidup-Nya didunia ini Yesus sebagai Putera Allah dan Juruselamat manusia telah menunjukkan beberapa hal penting bagi hidup kita. Pertama Ia memberi teladanyang istimewa untuk menghormati dan taat pada adat dan istiadat bangsa dimana Dia hidup dan berkarya. Dia disunat dan dipersembahkan kepada Allah seturut aturan adat istiadat agama Yahudi. Yesus juga sejak bayi telah menunjukkan kepada kita  bahwa Dirinya adalah cahaya keselamatan dan damai bagi manusia.  Untuk berjumpa Sang Cahaya dunia orang harus berani memilih untuk percaya penuh pada bimbingan Roh Kudus dan Yesus Sang Sabda yang menjadi manusia . Simeon dan Hana telah melakukan pilihan tersebut  dan komitmen pada pilihan mereka.  Hal ini diungkapkan dalam sikap rendah hati  dan tulus menerima kasih Allah yang tak terbatas untuk semua orang. Menerima dan mengampuni semua orang yang membenci dan menyusahkan kita.  Dengan penuh iman , harapan dan mendoakan mereka yang menganiaya kita agar kelak mereka pun menjadi anak Allah juga. Simeon dan Hana mengajarkan kepada kita bahwa manusia hanya boleh punya harapan yang teguh hanya pada Allah. Dalam usia yang sudah lanjut mereka tidak putus asa  menghadapi setiap masalah hidup. Mereka yakin bahwa mereka akan melihat kemuliaan Allah dalam diri Yesus sebelum mereka kembali ke pangkuan Allah Bapa. Harapan mereka terpenuhi pada waktu Yesus dipersembahkan oleh orang tuanya dibait Allah. Semoga kita memiliki iman dan harapan yang teguh agar kelak bersukacita  didalam Allah seperti Simeon dan Hana.

Doa
Ya Tuhan, berilah kami kesadaran bahwa Tuhan hadir dalam kehidupan kami, sehingga kami dipenuhi oleh sukacita dan sukacita itu dapat kami bagikan kepada sesama. Amin.






Kristus cahaya yang menerangi pada bangsa, Dialah kemuliaan bagi umat Allah.


0 komentar:

Post a Comment