Jamuan terakhir Jesus bersama murid - muridNya

February 28, 2017

RENUNGAN HARIAN, ( RABU 1 MARET 2017)

Bacaan Liturgi Rabu  Abu  1  Maret  2017 Bacaan Pertama   Yl 2:12-18 "Sekarang," beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih...

February 27, 2017

RENUNGAN HARIAN, ( SELASA 28 FEBRUARI 2017)

Bacaan Liturgi Selasa  28 Februari 2017 Bacaan Pertama   Sir 35:1-12 Memenuhi hukum Tuhan itu sama dengan mempersembahkan banyak kurban, dan memperhatikan segala perintah Tuhan itu sama dengan mempersembahkan kurban keselamatan. Membalas kebaikan hati orang sama dengan mempersembahkan kurban sajian, dan...

February 26, 2017

RENUNGAN HARIAN, ( SENIN 27 FEBRUARI 2017)

Bacaan Liturgi Senin  27 Februari 2017 Bacaan Pertama   Sir 17:24-29 Bagi orang yang menyesal Tuhan membuka jalan kembali. Tuhan menghibur mereka yang kehilangan ketabahan. Berpalinglah kepada Tuhan dan lepaskanlah dosamu, berdoalah di hadapan-Nya dan berhentilah menghina.  Kembalilah kepada Yang Mahatinggi dan berpalinglah...

February 25, 2017

RENUNGAN HARIAN, ( MINGGU 26 FEBRUARI 2017)

Bacaan Liturgi Minggu  26 Februari 2017 Bacaan Pertama  Yes 49:14-15 Sion berkata,   "Tuhan telah meninggalkan aku, dan Tuhanku telah melupakan aku."  Maka berfirmanlah Tuhan, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya,  sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku...

February 24, 2017

RENUNGAN HARIAN, ( SABTU 25 FEBRUARI 2017)

Bacaan Liturgi Sabtu   25 Februari 2017 Bacaan Pertama   Sir 17:1-15 Manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana pula ia akan dikembalikan.  Manusia dianugerahi Tuhan sejumlah hari dan jangka waktu, dan diberi-Nya kuasa atas segala sesuatu di bumi. Ia dilengkapi kekuatan yang serupa dengan kekuatan...

February 23, 2017

PENTINGNYA KEMURNIAN DIDALAM KELUARGA.

Apa pentingnya kemurnian ? “Manusia dapat sepenuhnya menemukan jati dirinya, hanya di dalam pemberian dirinya yang tulus.”1. Seseorang yang selalu berpusat pada diri sendiri dan tak pernah memberikan dirinya kepada orang lain, tidak akan hidup bahagia. Sedangkan seseorang yang mau memberikan dirinya bagi orang lain akan menemukan arti hidupnya. ...