Bacaan Liturgi Sabtu 23 Desember 2017
PF S. Yohanes dari Kety, Imam
PF S. Yohanes dari Kety, Imam
Bacaan Pertama Mal 3:1-4;4:5-6
Beginilah firman Tuhan semesta alam, "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak
Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sungguh, Ia datang! Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia akan mentahirkan orang Lewi,
menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan di hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. Sesungguhnya, Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Demikianlah sabda Tuhan.
Beginilah firman Tuhan semesta alam, "Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak
Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sungguh, Ia datang! Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia akan mentahirkan orang Lewi,
menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan di hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. Sesungguhnya, Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya, dan hati anak-anak kepada bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur
Mzm 25:4-5b.8-9.10.14
Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
*Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
*Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya, dan perjanjian-Nya ia beritahukan kepada mereka.
Bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.
*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan daku.
*Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang bersahaja.
*Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya. Tuhan bergaul karib dengan orang yang takwa pada-Nya, dan perjanjian-Nya ia beritahukan kepada mereka.
Bacaan Injil Luk 1:57-66
Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, "Jangan, ia harus dinamai Yohanes!" Kata mereka kepadanya, "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anak itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: Namanya adalah Yohanes. Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
Demikianlah Injil Tuhan.
Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika para tetangga serta sanak saudaranya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepada Elisabet, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu, dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya. Tetapi Elisabet, ibunya, berkata, "Jangan, ia harus dinamai Yohanes!" Kata mereka kepadanya, "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anak itu. Zakharia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: Namanya adalah Yohanes. Dan mereka pun heran semuanya. Seketika itu juga terbukalah mulut Zakharia, dan terlepaslah ikatan lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Semua orang yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata, "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
Demikianlah Injil Tuhan.
Renungan
Kisah kisah
kepahlawanan dan kerelaan dari tokoh tokoh kunci untuk ambil bagian dalam
sejarah keselamatan Allah ditunjukkan oleh Gereja dengan pilihan bacaan pada
hari hari persiapan khusus untuk Hari Kelahiran . Mata dan hati kita diarahkan
untuk memahami tokoh tokoh kunci yang peka dengan kehendak Allah serta melayani
kehendak-Nya dengan kesungguhan hati. Keluarga Zakharia dan Ibu Elisabeth
sebagai salah satu contoh keluarga yang dengan panggilannya yang khas
menyiapkan datangnya Sang Mesias dengan kelahiran putranya. Kelahiran Yohanes
memberi tanda heran yang beraneka ragam, hingga sanak saudaranya berkomentar “ Akan
menjadi apakah anak ini nanti, sebab tangan Tuhan menyertai dia” Apakah hidup
kita sebagai orang Katolik juga menjadi tanda heran bagi sanak saudara yang
lain? Ataukah sama saja sehingga tidak ada lagi pewartaan yang bisa kita
sampaikan kepada orang lain.
Seorang
bapak keluarga, kebetulan sekian waktu dipercaya menjadi pengurus PSE. Dia
mempunyai kejelian yang hebat sehingga banyak orang terbantu untuk mendapat
pinjaman modal atau bantuan cuma cuma kalau memang mempunyai tekad untuk
berusaha. Wajah sosial Gereja menjadi lebih nyata melalui kiprah tim kerja PSE,
apalagi kalau bisa menjangkau orang orang yang tidak Katolik, sehingga bisa
merasakan kasih dan pemeliharaan Tuhan. Orang orang seperti itulah yang memberi
corak serta bentuk dari wajah Gereja.
Apakah hidup
kita sebagai orang Katolik juga menjadi tanda heran bagi sanak saudara yang
lain? Ataukah sama saja sehingga tidak ada lagi pewartaan yang bisa kita
sampaikan kepada orang lain.
Butir
permenungan
Sudah
menjadi kebiasaan bagi saya untuk bepergian tanpa membawa uang tunai. Beberapa
kali saya harus direpotkan dengan membayar gerbang tol dan parkir. Yang
sering menjadi penyelamat saya adalah kartu e-toll yang memungkinkan saya untuk
tidak membayar secara tunai. Bagi orang lain mungkin itu suatu keberuntungan ,
tapi bagi orang beriman itu adalah cara Tuhan bekerja dan menolong.
Kelahiran
Yohanes Pembaptis sangat fenomental. Karena ibunya mengandung dalam usia tua
yang menurut ukuran manusia bahkan tidak mungkin bagi seorang wanita untuk
memiliki anak, Ayahnya mengalami pengalaman bersama Tuhan melalui malaikat.
Oleh karena semua itu maka orang menebak nebak , akan menjadi apakah Yohanes
kelak . Dan semua itu keajaiban Tuhan Mungkin kita
mengalami disembuhkan dari sakit atau dilepaskan dari kuasa kegelapan, atau
pengalaman rohani lainnya.
Semua ini adalah bagian dari cara Tuhan menyapa diri kita Saya
tidak punya pengalaman yang fenomental, tetapi saya mengalami banyak
“keberuntungan” yang saya imani sebagai keajaiban Tuhan. Dan saya berharap pengalaman
ini dapat membuat saya menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan semakin
mencintai-Nya.
Apa
pengalaman keajaiban Tuhan yang pernah saya alami? Apakah pengalaman itu
membawa saya semakin dekat kepada Tuhan?
Doa
Ya Tuhan,
kami mohon sertailah kaum muda umat-Mu, agar dapat menyerupai Yohanes yang
membuat heran sanak saudaranya. Amin.
*Beritahukanlah jalan-jalan-Mu
kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku. Bawalah
aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah
yang menyelamatkan daku.
0 komentar:
Post a Comment