October 22, 2017

RENUNGAN HARIAN (SELASA 24 OKTOBER 2017)

Bacaan Liturgi Selasa  24 Oktober 2017
PF S. Antonius Maria Claret, Uskup

Bacaan Pertama Rom 5:12.15b.17-19.20b-21
Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang,
dan karena dosa itu juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Jika karena pelanggaran satu orang semua orang jatuh ke dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia dan anugerah Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus. Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa maka lebih benar lagi yang terjadi atas mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran; mereka akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu sebagaimana oleh satu pelanggaran semua orang mendapat penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang mendapat pembenaran untuk hidup. Jadi sebagaimana oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang
semua menjadi orang benar. Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia berlimpah-limpah. Jadi sebagaimana dosa berkuasa dalam alam maut, demikianlah pula kasih karunia akan berkuasa
karena Tuhan kita Yesus Kristus membenarkan kita untuk hidup kekal.
Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur  Mzm 40:7-10.17
Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.
*Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata: "Lihatlah Tuhan, aku datang!"
*"Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
*Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup; Engkau tahu itu, ya Tuhan.
*Biarlah bergembira dan bersukacita semua orang yang mencari Engkau;  biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu
tetap berkata: "Tuhan itu besar!"

Bait Pengantar Injil  Luk 21:36
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.

Bacaan Injil  Luk 12:35-38
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu.
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah para hamba itu."
Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan.
Kita sering menyebut diri sebagai hamba hamba Tuhan . Hari ini Tuhan mengingatkan kita akan tuntutan menjadi hamba-Nya , yakni siaga. Seorang hamba yang baik senantiasa siap melayani , entah tuannya ada atau sedang  pergi ketempat lain. Tuhan meminta "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kalian seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya datang dan mengetuk pintu, segera dapat dibukakan pintu. ” 
Tuhan tidak hanya menuntut kita tetapi Dia memberi imbalan bagi hamba hamba-Nya. ” Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang berjaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu,  Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilahkan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. “ Luar biasa . Injil hari ini menampilkan sebuah gambaran kepemimpinan yang melayani. Tuhan melayani orang orang yang siaga melayani . Dan Tuhan akan mengganjari mereka dengan berkat-Nya , yakni hidup kekal bersama Dia didalam Kerajaan Allah.
Dalam kenyataannya, pelayanan kita sering lebih merupakan omongan (lips service) daripada praktek. Kita gencar melayani ketika kita dilihat orang lain dan mengomel dibelakang kalau merasa kurang diapresiasi. Gaya pelayanan semacam ini tidak membahagiakan karena didasari oleh motivasi yang tidak tulus  Hendaknya kita senantiasa siaga dan gembira melayani karena yang kita layani adalah Tuhan sendiri lewat sesama kita.

Butir Permenungan.
Dalam hidup rohani sikap siap sedia juga sangat penting, Kita tidak tahu kapan kematian kita akan tiba . Kita tidak tahu kapan Tuhan akan memanggil kita. Hal ini dapat terjadi setiap saat. Maka kita perlu siap sedia sehingga jika waktu itu datang, kita siap menyambut Tuhan dengan gembira. Salah satu cara untuk mempersiapkan hidup kita ialah tidak jemu berbuat baik kepada sesama dan selalu mempererat hubungan pribadi kita dengan Tuhan . Konkretnya , marilah  kita selalu menyediakan waktu sejenak untuk berdoa kepada Tuhan dan selanjutnya melakukan kehendak Tuhan dalam hidup dengan berbuat kasih kepada sesama kita.

Doa.
Ya Tuhan, ajarilah kami melayani dengan gembira dan siaga seperti Engkau yang melayani sampai mati demi keselamatan kami. Amin.



Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.



0 komentar:

Post a Comment