Kalender Liturgi Rabu 23 Nov 2022
PF S. Kolumbanus, Abas
PF S. Klemens I, Paus dan Martir
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I
Why 15:1-4
Aku, Yohanes, melihat suatu tanda di langit, besar dan ajaib. Tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir.
Dengan itu berakhirlah murka Allah. Dan aku
melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah
mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Mereka memegang kecapi Allah. Dan mereka
menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya,
"Besar dan ajaib segala karya-Mu, ya Tuhan,
Allah yang mahakuasa! Adil dan benar
segala tindakan-Mu, ya raja segala bangsa! Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,
dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab
hanya Engkaulah yang kudus; semua bangsa akan datang dan sujud menyembah
Engkau, sebab telah nyatalah kebenaran segala penghakiman."
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur
Tanggapan Mzm 98:1.2-3ab.7-8.9
Besar dan
ajaiblah segala karya-Mu, ya Tuhan, Allah
yang mahakuasa!
*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;
keselamatan telah dikerjakan oleh tangan
kanan-Nya,
oleh lengan-Nya yang kudus.
*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya,
telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan
bangsa-bangsa. Ia ingat akan kasih dan
kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala
ujung bumi telah melihat keselamatan
yang datang dari Allah kita.
*Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan
semua yang diam di dalamnya! Biarlah
sungai-sungai bertepuk tangan, dan
gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama.
*Biarlah mereka bersorak di hadapan Tuhan,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan
menghakimi dunia dengan keadilan,
dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.
Bait
Pengantar Injil Why 2:10c
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda
Tuhan, dan Aku akan mengaruniakan
kepadamu mahkota kehidupan.
Bacaan
Injil Luk 21:12-19
Pada waktu itu Yesus berkata kepada
murid-murid-Nya, "Akan datang
harinya kalian akan ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para
penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan
bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetap
teguhlah di dalam hatimu, jangan kalian
memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Aku sendirilah yang akan memberi kalian
kata-kata hikmat, sehingga kalian tidak
dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kalian
akan diserahkan juga oleh orangtuamu,
saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan
sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh; karena nama-Ku
kalian akan dibenci semua orang. Tetapi
tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang. Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."
Demikianlah sabda Tuhan.
Renungan.
Keberadaan para pengikut Yesus Kristus diseluruh dunia mengalami berbagai macam perlakuan sesuai dengan budaya , kebiasaan, sikap hidup masyarakat setempat. Ada orang Katolik yang sendirian ditengah masyarakat yang semua anggotanya beragama sama tetapi bukan Katolik. Ada orang Katolik yang hidup ditengah masyarakat dengan berbagai agama, Ada orang Katolik yang tinggal ditengah tengah umat Katolik. Sikap umum kepada orang Katolik yang tinggal sendirian tentu bermacam macam. Ada masyarakat yang bersikap terbuka dan menerima, ada masyarakat yang langsung tidak senang, ketidak senangannya tidak terungkapkan Tetapi ada masyarakat yang memang berkecenderungan dan langsung secara terbuka menghina, menakut nakuti, menyindir, mengejek, menyingkirkan, dan memperkarakan. Bagaimana kita memahami tulisan dalam Injil Lukas “Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Dan kalian akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang di antaramu akan dibunuh; karena nama-Ku kalian akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang. Kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu." Dalam merenungkan ungkapan Injil Lukas tersebut, janganlah orang menangkapnya secara keliru, bahwa semua orang Kristiani harus mengalami seperti itu, dianiaya, dipenjarakan, disiksa, diperkarakan, lalu kalau tidak begitu orang menganggap bukan orang Kristen sejati. Memang ada orang Kristiani yang mengalami dianiaya, diperkarakan, dibunuh, disingkiri dalam kondisi budaya politik, agama, keyakinan tertentu, seperti yang terungkap pada Injil Lukas tersebut. Jika itu memang terjadi, bukan hal mustahil, para pengikut Yesus harus siap tetap setia dan berani menyandangnya, itulah panggilan Yesus meminta kita untuk bertahan. Kita juga tidak diminta untuk memikirkan kata kata pembelaan untuk membuktikan bahwa kita tidak bersalah. Kita hanya diminta untuk bertahan. Mari kita melihat Guru kita. Bukankah Ia dipersalahkan hingga dihukum mati disalib? Apakah Ia membela Diri-Nya? Bukankah Dia bertahan dalam kesulitan dan derita-Nya? Bertahan tidak membuat kita kalah dan hilang. Bertahan justru membuat kita mampu menghentikan kekerasan dan mengubah situasi dengan jalan yang tidak biasa. Bukankah dengan kematian-Nya Yesus tidak hilang dan sirna? Justru Ia mengubah segala galanya menjadi baru. Kita pun mampu mengubah keluarga, Gereja, masyarakat dan lingkungan kita menjadi baru. Untuk itu, kita harus bertahan dalam iman ditengah segala kesulitan dan tantangan. Yesus, Guru kita telah membuktikan dan menunjukkan jalan yang harus kita tempuh, bertahan dalam kesusahan, siksaan dan dalam iman, membuat baru segala pandangan. Mari bertahan dan mengubah segalanya menjadi baru.
Butir permenungan
Pada suatu hari seorang teman datang berkunjung ke biara untuk mencurahkan isi hatinya sehubungan dengan situasi dan kondisi kerja dikantornya. Sebut saja Maria. Diperusahaan dimana Maria bekerja, Maria memegang jabatan sebagai bendahara dan mendapat kepercayaan dari atasannya karena kejujuran dan dedikasinya dalam melaksanakan pekerjaannya. Ternyata hal tersebut menimbulkan iri hati dan persaingan sehingga Maria dimusuhi oleh beberapa rekan kerjanya dengan menteror baik lewat sms atau telepon yang tak jelas dari siapa, ada yang bersikap sinis dan sebagainya. Maria sering mengalami situasi yang menyesakkan hati dan terjepit. Namun ia tetap bertahan dalam kesahajaannya dan terus menerus memohon kekuatan pada Yesus untuk tidak goyah karena ajakan rekan nya untuk korupsi. Maria tetap bertahan dalam kejujurannya. Dari ceritera diatas dapat disimpulkan bahwa Maria telah memberi kesaksian akan Yesus (“..... hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi” (ay 13) ). Maria dengan kebesaran jiwanya masuk dan mengalami bahkan bergulat dengan situasi yang ada , sekaligus menanggung segala resikonya bersama Yesus , tentunya ini membutuhkan perjuangan lahir dan batin. Maria akhirnya mengalami belas kasih Allah (“... Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang” (ay 18)) dan (“ kalau kamu tetap bertahan , kamu akan memperoleh hidupmu....” (ay19)). Hal ini pasti membahagiakan. Bersama Maria marilah kita masuk, bergulat, dan bertahan atas segala apa saja yang kita alami sehari hari. Terlebih segala sesuatu yang membuat ritme hidup kita menjadi tidak nyaman , sehingga kita boleh menjadi saksi Yesus dan mengalami belas kasih Allah melalui kehidupan kita sehari hari yang biasa dan sederhana. Memang untuk melakukannya tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun sebagai pengikut Yesus kita harus meyakini bahwa kita mampu untuk melampauinya , Yesus sendiri bersabda : “ Aku menyertaimu sampai akhir zaman” itu berarti setiap saat Yesus siap untuk menolong kita, Ia akan bertindak tepat pada waktunya , asal kita mau melibatkan Yesus Tuhan kita dalam segala persoalan hidup kita.
Doa
Ya Tuhan, bimbinglah langkah hidup kami, Semoga kami
mampu bersaksi ditengah tengah masyarakat kami, bukan hanya dengan kata kata
saja. Amin
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan, dan Aku
akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
0 komentar:
Post a Comment